Rabu, 30 Maret 2011

ANATOMI KADAL (Mabouya multifasciata)

Oleh:
Nama : Dewi Apriyani
NIM : B1J009021
Rombongan : I
Kelompok : 4
Asisten : Andri Prajaka Santo




LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I






KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2010

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini untuk mempelajari dan mengamati susunan anatomi Mabouya multifasciata baik bagian luar maupun dalam.



















II. ALAT, BAHAN DAN CARA KERJA
A. Alat
Alat-alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, pisau, guntingbedah, jarum penusuk,dan tisue

B. Bahan
Bahan yang digunakan adalah Kadal ( Mabouya multifasciata), air kran, dan kloroform.

C. Cara Kerja
Cara kerja praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Kadal dimasukkan ke larutan kloroform dan dibiarkan sampai pingsan
2. Setelah mati kadal dibedah. Pembedahan dimulai dengan pengguntingan di depan lubang kloaka ke sisi kiri dan kanan tubuh kemudian ke arah depan melewati kaki depan sampai ke tengah rahang atas.
3. Hemipenis kadal dapat diketahui dengan cara menekan pangkal ekor
4. Bagian-bagian rongga mulut dapat diketahui dengan cara menggunting kedua sudut mulut lebar-lebar, rahang dibuka, kemudian ditarik bagian atas dan bawah, maka akan terlihat.
5. Bagian-bagian dalam tubuh reptil diamati dan digambar serta diberi keterangan gambar.

B. Pembahasan
Reptilia mempunyai kepala, hidung, badan, ekor, dan 4 kaki. Tiap kaki terdapat 5 jari cakar dan memiliki indera penglihatan dan pendengaran yang baik. Telinga terdiri dari membran timpani dan pada telinga tengah terdapat tulang kolumela. Reptil mempunyai 3 kelopak mata yang dapat bergerak dan lidah yang tak bercabang (Manter, 1959).
Menurut Radiopoetra (1977), badan terdiri atas caput, cervix, truncus, dan cauda. Caput berbentuk agak pyramidal, meruncing kearah dorsal dan memipih dalam arah dorsoventral. Caput terdapat rima oris yang dibatasi oleh labium superius dan inferius. Organum visus dilindungi oleh palpebra superior dan inferior yang keduanya dapat digerakkan. Cervix (collum), truncus, dan convex lebih panjang, pada bagian dorsal berwarna cokelat kekuningan dan bagian ventral putih.
Kelenjar di dalam rongga mulut menurut Djuhanda (1981) antara lain:
1. Kelenjar lidah pada dasar rongga mulut
2. Kelenjar mandibularit
3. Kelenjar keykoarytaenoidea
4. Kelenjar vomerales dalam atap rongga mulut
5. Kelenjar palatinae
6. Kelenjar sfenopterygoideae
7. Kelenjar gigi
Kadal mempunyai trachea yang relatif panjang tergantung dari panjangnya leher dan letak percabangan bronkii. Laringnya dibangun oleh sepasang tulang rawan aritanoidea dan krikoidea yang tunggal. Lipatan khoane membentuk saluran nasofaring dan menyalurkan udara pernafasan melalui khoane masuk ke dalam laring. Langit-langit Reptilia menurut Djuhanda (1981) terdiri dari :
1. Palatum durum di bagian depan atap rongga mulut yang disokong oleh tulang premaksilla, maksilla, dan palatinum yang diselaputi lender.
2. Palatum molle terletak di palatum durum merupakan langit-langit lunak yang berotot membagi faring menjadi rongga nasofaringeus dan rongga orofaringeum.
Bentuk khas cranium Lacertilia adalah adanya septum interorbitale, epiterygoid, dan os quadratum yang dapat digerakkan. Os palatinum antara kanan dan kiri terpisah yang dapat digerakkan dan bersendi pada os pterygoid. Strenum Lacertilia ialah suatu lamina cartilage yang lanjut ke posterior menjadi bifid yang tunggal. Lanjutan ini dibentuk oleh gabungan cost eke V dan costae VI (Radiopoetro, 1977).
Sistem otot Reptilia menurut Djuhanda (1983) sebagai berikut :
1. Sistem otot aksial
2. Sistem otot epaksial ekor tanpa miosepta
3. Sistem hypaksial dari leher
Reptilia mempunyai keping-keping tulang. Seperti pada Lacertilia terdapat osteoderm yang terletak di sebelah ventral tubuh yang disebut rusuk abdominal atau gadtralia. Rusuk abdominal ini berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang (Djuhanda, 1982).
Cor (jantung) terdiri atas dua atrium dan dua ventriculus dimana ventricolorumnya kurang sempurna. Kantung urinenya berasal dari evaginasi bagian endoderm dari kloaka. Ureter bermuara ke dalam kloaka dan urine yang akan diserap kembali ke dalam kantung urine. Pertumbuhan lanjut dari ureter bermuara di kloaka. Kadal jantan melebur dengan bagian caudal dari sisa ductus mesonepros yang menyalurkan sperma. Susunan pembuluh penampang pada Reptilia sedemikian rupa sehingga menyebabkan struktur ginjalnya berbonggol-bonggol kecil. Ureter bercabang banyak dan panjang merupakan tempat bermuaranya pembuluh penampang. Setiap cabang dari ureter merupakan pusat pembentukan bonggol dan memiliki jumlah tubulus yang sedikit. Rectum bermuara di dalam koprodeum, sedangkan saluran urine dan genitalis bermuara di urodeum. Vertebrae dewasa mempunyai kloaka (Djuhanda, 1981).
Sistem peredaran darah pada kadal adalah peredaran ganda yang strukturnya hampir sempurna. Menurutt Weichert (1984), pada reptil conusnya terbagi menjadi tiga saluran,yaitu :
1. Truncus pulmonalis,yaitu conus yang mengarah ke paru-paru,
2. Truncus sistemik kiri,
3. Truncus sistemik kanan,yang keluarnya dari truncus sistemik kiri dan kanan mengarah ke peredaran darah umum atau seluruh tubuh.
Truncus sistemik yang sebelah kanan pada kadal cenderung berhubungan pada ventrikel kiri dan atrium kanannya berhubungan dengan ventrikel kiri,sehingga darah campuran akibatnya cenderung memasuki ke lengkung sistemik kiri dan darah yang mengangkut oksigen masuk ke dalam lengkung kanan. Hal ini mungkin disebabkan tidak adanya persamaan antara septum inter-atrial, septum inter-ventriculer, dan klep-klep di dalam conus.
Regenerasi merupakan suatu proses perbaikan tubuh yang rusak atau hilang. Tubuh Reptil menjadi organ semula setelah mengalami fragmentasi. Species tingkat rendah memiliki daya regenerasi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan hewan tingkat tinggi (Storer dan Usinger, 1985).
Sistem urogenital terdiri dari ginjal sepasang berbentuk tidak teratur, berwarna merah tua, terdiri dari dua lobi anterior dan posterior (Parker dan Haswell, 1978). Kadal mempunyai kantong kemih atau kantong urine yang berfungsi membawa air untuk melembabkan tanah yang akan digunakan sebagai sarang. Ureter bermuara dalam kloaka dan akan diserap kembali ke dalam kantong urine (Djuhanda, 1982).
Testis pada kadal mempunyai kecenderungan bahwa satu testis terletak lebih tinggi dari testis yang lain. Bagian dari ductus wolffi dekat testis berkelok-kelok untuk membentuk epididymis. Ductus wolfi ke arah posterior menjadi ductus defferens yang biasanya lurus, tetapi ada pula yang berkelok-kelok (Radiopoetro, 1977).
Klasifikasi Mabouya multifasciata menurut Brotowidjoyo (1993), adalah sebagai berikut :

Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Subordo : Lacertilia
Familia : Scincidae
Genus : Mabouya
Spesies :Mabouya multifasciata
























IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Kadal (Mabouya multifasciata) termasuk phylum: Chordata, subphylum : Vertebrata, class: Reptilia, ordo: squamata, subordo: Lacertilia, Family: scincidae, genus: Mabouya, spesies: Mabouya multifasciata.
2. Tubuh kadal terbagi empat, yaitu: kepala, badan, ekor, dan ekstrimitas (anterior dan posterior, masing-masing lima digiti.)
3. Sistem pencernaan pada kadal terdiri dari hepar, gastrum, lien, pankreas, duodenum, ductus, choleodocus, rectum, dan kloaka.
4. Sistem peredaran darah pada reptil adalah peredaran ganda yang strukturnya hampir sempurna.
5. Sistem respirasi pada kadal terdiri dari trachea, larink, bronchus, dan pulmo.
6. Sistem eksresi kadal terdiri dari ginjal, kantong kemih, dan ureter.
7. Sistem genitalia kadal jantan terdiri dari sepasang testis, epididymis, dan ductus wolffi. Sedangkan pada kadal betina adalah ovarium.







DAFTAR REFERENSI
Anonim. 1982. Ensiklopedi Fauna Indonesia. Ichtiar Baru, Jakarta
Brotowidjoyo, M. 1993. Zoologi Dasar. Penerbit Erlangga
Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata 1. Armico,
Bandung.
Kimball, J. W. 1991. Biologi Jilid 3. Erlangga, Jakarta.
Manter & Miller. 1959. Introduction to Zoology. Harper and Row Publisher, New
York.
Orr, T, Robert. 1976. Vertebrae Biology 4th Edition. WB Sounders Company,
Philadelphia.
Parker, T. J. & Haswell, W. A. 1978. Text Book of Zoology II Vertebrates. The
Mac Millan Press, New York.
Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Storer, I. Tracy; Usinger, Robert L. 1957. General of Zoology. Mc Graw Hill
Book Company Inc., New York.
Ville, C. A, Walker, W. F, and Smith, F. E. 1998. General Zooogy. Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta.
Weichert, Charles K. 1984. Element of Chordate Anatomy 4th Edition. Mc Graw
Hill Publishing Company Limited, New Delhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar